Di dalam buku ini ada kisah Mila, Santi, dan teman-teman. Mereka diminta membawa kaleng dan pakaian tak terpakai yang masih bagus coraknya. Kaleng dan pakaian bekas itu akan dibuat kerajinan tangan untuk dijual di bazar.
Dalam buku ini terdapat lima cerita yang berbeda. Masing-masing cerita mengisahkan tentang arsitektur bangunan yang ada di daerah-daerah di Indonesia. Tiap cerita ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Buku ini bertema toleransi dan kebinekaan dengan menitikberatkan pada nilai karakter toleransi dan cinta damai.
Saat bermalam di rumah nenek yang terletak di pinggir hutan, Naya mendengar suara-suara aneh di sekeliling kamarnya. Tentu saja Naya takut, sampai-sampai membuat rambutnya berdiri.