Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh sekelompok anak. Seperti anak-anak pada zaman dulu yang sering bermain bersama di luar rumah. Tidak hanya di siang hari, lho, tapi juga pada malam hari, terutama saat bulan purnama tiba. Mereka bermain riang di bawah siraman cahaya rembulan.
Cerita ini mengisahkan seluk-beluk rumah panggung yang oleh masyarakat Sumatra Selatan biasa disebut dengan nama rumah bahi. Rumah panggung ini memiliki banyak nama, misalnya, rumah bahi, rumah limas, rumah uluan, dan rumah panggung sesuai dengan asalnya. Rumah bahi dibuat tidak hanya sebagai identitas dan tempat tinggal biasa. Akan tetapi, rumah panggung ini bisa mencerminkan siapa pemilik rum…
Anak-anak butuh keteladanan dan sosok yang dapat menginspirasi mereka. Dalam buku ini penulis sengaja memilih sosok inspiratif anak-anak sebaya agar lebih dekat dan lebih mudah diterima. Anak-anak yang tertulis dalam buku ini adalah anak-anak Indonesia yang memiliki prestasi dalam berbagai bidang, seperti teknologi, olah raga, dan seni.
Air Mata Hutan Kami bercerita tentang kondisi di sebuah kampung yang bernama Teluk Mesjid, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Hampir setiap tahun, kebakaran hutan terjadi di provinsi ini. Kebakaran yang melanda hampir di semua kabupaten di Riau ini menimbulkan kabut asap yang sangat tebal. Kabut asap selain berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, juga berdampak pada aktivitas masyarakat di kampu…
Cerita ini mengisahkan persahabatan tokoh Uyem Gading dan Esahdeli. Uyem Gading, anak seorang pembersih kandang kuda dan Esahdeli, anak seorang putri raja. Persahabatan mereka sangat baik dan patut diteladani.
Cerita ini mengisahkan tokoh Pangulima Laut. Ia digambarkan sebagai orang yang rendah hati, baik, dan sopan. Sebagai seorang pangulima, ia selalu patuh pada perintah raja. Dengan kecerdasan dan kepandaianya, yang dibantu oleh istrinya (Muthia), semua perintah raja dapat diselesaikan dengan baik. Sifat, tingkah laku, dan karakter tokoh Pangulima Laut, patut ditiru dan diteladani.
Rumah panggung yang berjejer rapi di bawah Gunung Pesagi memiliki makna filosofi yang patut kita ketahui bersama.
Dengan semangat dan keberaniannya, seorang pemuda desa bernama Mone, tokoh utama dalam cerita ini, mampu menempuh hutan belantara dan meninggalkan desa dan keluarga yang ia cintai. Ia rela menantang maut demi mewujudkan impiannya, yaitu menjadi seorang prajurit di Kerajaan Tambora.