Pandu dan Papa menghadiri upacara pemberian gelar adat Paman Somad. Nama acaranya cakak pepadun. Banyak sekali makanan yang terhidang, terutama masakan khas Lampung. Ada gulai taboh, serbat, pindang, dan sambal seruit. Aneka masakan itu rasanya pedas dan asam, Pandu tak suka. Pandu minta dibuatkan telur dadar saja. Saat menunggu, sepupunya yang bernama Tegar mendekatinya. Pandu heran melihat Te…
Buku ini berisi cerita Lede sebagai joki cilik yang enggan bersekolah. Sakitnya Halilintar, kuda kesayangannya, menyadarkan Lede tentang pentingnya bersekolah. Semoga para joki cilik dan anak-anak Indonesia semakin senang dan rajin bersekolah.
Yuni ikut Ayah bertugas ke desa. Di sana Yuni bertemu dengan teman-teman baru. Mereka mengajak Yuni bermain. Namun, semua mainan itu dibuat sendiri dan diambil dari alam. Mainan apa saja, ya?
Kuri, Kiki, dan Kaka Kutu hidup nyaman di dalam sebuah kasur. Pada suatu hari, kulit mereka terasa kering dan Kaka haus sekali. Kuri terpaksa keluar kasur untuk memeriksa keadaan. Wah, ternyata Dido, anak kecil yang menempati kasur tempat tinggal mereka, belajar buang air ke kamar mandi! Kasur tidak lagi penuh ompol. Kuri, Kiki, dan Kaka mengeluh. Huh, hidup jadi tak nyaman lagi! Kira-kira apa,…
Dono terkejut bukan main. Saat pulang sekolah, dia tidak menemukan makanan yang bisa dia santap. Padahal, perutnya sudah sakit karena lapar. Ibunya yang biasanya menyiapkan, rupanya belum pulang dari berjualan. Namun, Dono kemudian teringat dengan satu jenis umbi-umbian yang sesekali dia rebus dan bakar sendiri. Apakah itu? Yuk, segera buka buku ini dan nikmati ceritanya!
Aku Dewi, siswi kelas 2 sekolah dasar. Aku senang di sekolah karena ada guru dan banyak teman. Di sekolah juga banyak kegiatan. Temanku, ada yang suka bernyanyi, menggambar, dan menari. Hem, ... apa, ya, kesukaanku? Ya, aku suka makan! Namun, ... aku suka makanan sehat, lo. Ayo kita bawa bekal makanan sehat ke sekolah.
Mato si pohon matoa tiap hari bersedih. Ia merasa kesepian dan ingin sekali seperti Cesi si cenderawasih yang bisa terbang sesuka hati. Hingga suatu hari, datanglah anak-anak suku Dani. Mereka membawa bulatan besar dan menempelkannya ke tubuh Mato. Mato tidak menyukai bulatan itu.
Ada dua orang sahabat bernama Billy dan David. Mereka tinggal di Teluk Mayalibit. Raja Ampat, Papua Barat. Setiap minggu mereka ikut mencari ikan bersama Bapa mereka. Mereka senang ikut mencari ikan karena cara menangkapnya ramah lingkungan.