Haiiii, sobat Petranizen! Kalian pernah lihat lampu lalu lintas di jalan raya saat bepergian? Kira-kira bagaimana caranya lampu indikator merah-kuning-hijau bisa menyala bergantian dan teratur? Karena pasti bahaya, dong, kalau lampu lalu lintas tidak bekerja dengan baik. Nah, jadi itu semua sudah diatur melalui kode program atau yang biasa disebut dengan coding. Menariknya, di SD Kristen Petra 13, kalian bisa belajar coding di ekskur coding terkait hal ini! Bagaimana ya, caranya? Let’s check it out together!


Oke, pada kegiatan ekskur coding kelas 5 dan kelas 6 kali ini, murid-murid diajak belajar membuat miniatur lampu lalu lintas sendiri. Pertama, kita belajar menulis "perintah" di aplikasi Arduino IDE. Bahasanya keren banget, namanya Bahasa C. Tenang, tidak sesulit pelajaran matematika, kok! Setelah kalian selesai mengetikkan script kodenya di komputer, kalian bisa langsung praktik dengan Arduino Uno, papan mikrokontroler yang digunakan dalam praktik kali ini. Jika kodenya sudah tepat, tadaaa! Lampu merah, kuning, dan hijau di papan akan menyala bergantian. Bahkan, ada suara piiiip setiap kali lampunya berganti warna. Canggih, kan?

Pak Youngky, pengajar ekskur koding, menjelaskan kalau kode programnya harus benar dari awal sampai akhir. Beliau menyarankan agar anak-anak menulis kodenya dengan teliti dan hati-hati, supaya hasilnya terbaca sesuai dengan hasil yang diinginkan. Kelihatan seru, ya? Murid-murid tampak penasaran dan bersemangat. Ada yang langsung berhasil, ada yang harus mencoba beberapa kali sampai lampunya bisa menyala dengan interval yang benar. Tapi hebatnya, tidak ada yang menyerah! Semuanya asyik mencoba sampai lampunya bisa menyala dengan interval yang oke—merah berhenti, kuning bersiap, dan hijau jalan!
Jadi, kalau kita lihat, ternyata coding sering dijumpai dalam keseharian kita, lho! Melalui ekskur ini, murid-murid belajar bahwa lampu lalu lintas bisa berubah warna secara teratur bukan karena kebetulan, tetapi karena ada sistem yang mengaturnya, dan itu bisa kita kendalikan melalui coding. Menjadi Programmer cilik itu bukan cuma soal mengetik, tapi juga soal melatih logika dan kreativitas. Siapa tahu, beberapa tahun lagi, kamulah yang menciptakan sistem robot atau aplikasi keren masa depan!
Gimana, Sobat Petranizen? Isn’t it interesting? Sampai jumpa di keseruan eskur coding berikutnya!