Mereka saling mencintai bahkan ketika kata cinta itu sendiri belum hadir dalam kamus mereka. Cinta mereka begitu indah. Cinta yang mengikat mereka dalam sebuah perkawinan yang tak bernoda. Tetapi Alzheimer datang terlalu pagi. Tatkala suaminya sudah tidak mengenalinya lagi, berdosakah jika dia jatuh ke pelukan lelaki lain.
Aku sudah menyiapkan cincin untukmu sembilan belas tahun yang lalu," gumam Tristan sambil menahan emosinya. "Setiap tahun selama empat tahun berturut-turut aku membawa cincin itu ke Zermatt. Ketika kamu tidak muncul juga, kutukar cincin itu dengan cincin kawin istriku. Tapi bahkan ketika sedang memakaikan cincin itu di jarinya, aku masih membayangkan dirimu." Dua puluh tahun yang lalu, Valerin…
Dalam naungan cuaca yang mulai meredup, ketika kegelapan yang samar mulai menyapa, mereka berpelukan makin erat. Seolah meniru matahari yang tenggelam dalam rangkulan laut. Dan tidak melepaskannya lagi kendati malam mulai menjelang. "Seperti matahari dalam pelukan laut," bisik Kezia terharu. "Kita tidak akan saling melepaskan apa pun yang akan terjadi." "Ada seorang laki-laki yang akan datang…
Tak akan pernah setetes darahnya pun mengalir di tubuh anakmu! Kamu tidak akan pernah punya anak! Sekejam itukah kutukan seorang kekasih yang dikhianati? Setipis itukah batas antara cinta dan dendam? Ketika cinta telah sirna, ke mana harus dicarinya Firdaus-nya yang hilang?
"Ngapain sih lu nonggol di sini? Cewek lu yang dari Bandung itu udah di roger lagi?" "Wah, nggak bisa download! Sekuritinya nempel terus kaya cacing usus!" "Jadi lu gak sempet nembak?" "Boro-boro nembak! Kepala gue nggak dijitak aja sama satpamnya udah bagus!" Di sisi abangnya, dia selalu merasa tidak PD. Abangnya yang ganteng dan jago merayu cewek, justru menjadi idolanya. Obsesinya han…
Rianto Sudirman bukan pria idola wanita. Tubuhnya terlalu tambun. Tidak pandai merayu. Dan tidak punya daya tarik apa-apa kecuali sebentuk hati yang amat lembut dan sebongkah cinta yang sangat tulus. Sampai berumur tiga puluh lima tahun, dia menjalani hidup yang tenteram dan damai bersama ibu yang sangat dicintainya. Tetapi suatu hari dia bertemu dengan Anggun Pitaloka, mahasiswi fikom yang ca…