Buku ini mengupas dan menjelaskan ciri-ciri khas aneka ragam puisi "tempo doeloe" : ketika adat membalut kata, ketika alam menjadi ilham. Isinya menjelaskan secara gamblang apa itu Pantun, Syair, Gurindam, Bahasa Berirama, lengkap dengan contoh-contohnya. Bahkan juga puisi lama yang sudah "punah" seperti Masnawi, Rubai, Kith'ah, Gazal dan Nazam.
Buku ini berisi tentang pantun-pantun dimana di dalamnya mengungkapkan buah pikiran atau isi hati para pengarang dengan masing-masing hasil karyanya. masing-masing karya tersebut mengandung perumpamaan, kiasan, ibarat, nasehat, pandangan hidup dan lain sebagainya.
1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut menampilkan diri saya yang tengah berdiri mengenakan kaus berwarna ungu bergambar figur yang diandaikan sebagai Gajah Mada. 3/ Puisi-puisi dalam buku in…
Setelah Majapahit runtuh pada 1527, Jawa kacau balau dan bermandi darah. Kekuasaan tak berpusat, tersebar praktis di seluruh kadipaten, kabupaten, bahkan desa. Perang terus-menerus menjadi, untuk memperebutkan penguasa tunggal. Permata-permata kesenian, baik di bidang sastra, musik, dan arsitektur tidak lagi ditemukan. Selama hampir satu abad Jawa dikungkung oleh pemerintahan teror (Schrikbewin…
Tubuh boleh disekap, ditendang, diinjak-injak, tp semangat hidup tak boleh redup. Menurut Pram semangat hidup itulah yg membuat seseorang bisa hidup dan terus bekerja. Bertolak dari situ Pram bertekat kuat mengorbankan semangat utk tidak ongkang-ongkang kaki menanti ajal melumat.
Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat 115 ikhtisar roman sastra Indonesia yang ditulis antara tahun 1920 sampai tahun 1990. Dalam penyajiannya, karya-karya para penulis terbaik Indonesia tersebut tidak diurutkan berdasarkan tahun penulisannya. Untuk mengetahui tahun penulisan suatu karya roman maka pada bagian akhir buku ini kami lampirkan pengelompokkan karya-karya tersebut berdasarkan waktu…
Cerita dari Digul merupakan kumpulan tulisan karya para eks-Digulis. Mereka pernah dibuang sebagai tahanan politik semasa Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda. Berbagai cerita itu, yang sungguh-sungguh terjadi, mengisahkan suka-duka mereka dalam mempertahankan hidup di tanah buangan Digul, Papua Barat. Getir dan mengharukan. Karya-karya tersebut yang dikumpulkan dan disunting oleh Pramoedya …