Chairil Anwar pernah menulis puisi berjudul “Aku”. Dalam puisi itu dia antara lain menulis: Kalau sampai waktuku/’Ku mau tak seorang ‘kan merayu/Tidak juga kau. Apa yang disiratkan oleh bait puisi ini adalah nasihat. Nasihat itu kira-kira berbunyi: seorang individu harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Nasihat yang sudah berumur puluhan tahun ini sangat relevan dengan kondis…
Setiap hati membutuhkan tawa... Setiap wajah membutuhkan senyuman... Setiap orang membutuhkan dorongan... Humor memiliki kekuatan untuk mengubah hari buruk menjadi petualangan yang luar biasa, atau hari baik menjadi hari yang lebih cerah. Itulah sebabnya, anda dan orang-orang yang anda kasihi pasti menikmati humor dan kasih yang meringankan hati dalam buku menyenangkan ini! Ketika anda memb…
pembelajaran sastra anak dan penerapan pembelajaran sastra berbasis aktivitas. Metode yang diterapkan adalah kepustakaan dengan merujuk pada beberapa penelitian yang telah dilakukan dan menyesuaikan penerapannya dalam pembelajaran sastra di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreatifitas guru untuk mengelola pembelajaran sastra yang membuat siswa tertarik dan ingin terlibat di dalamnya.…
Buku ini mengupas dan menjelaskan ciri-ciri khas aneka ragam puisi "tempo doeloe" : ketika adat membalut kata, ketika alam menjadi ilham. Isinya menjelaskan secara gamblang apa itu Pantun, Syair, Gurindam, Bahasa Berirama, lengkap dengan contoh-contohnya. Bahkan juga puisi lama yang sudah "punah" seperti Masnawi, Rubai, Kith'ah, Gazal dan Nazam.
Buku ini berisi tentang pantun-pantun dimana di dalamnya mengungkapkan buah pikiran atau isi hati para pengarang dengan masing-masing hasil karyanya. masing-masing karya tersebut mengandung perumpamaan, kiasan, ibarat, nasehat, pandangan hidup dan lain sebagainya.
1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut menampilkan diri saya yang tengah berdiri mengenakan kaus berwarna ungu bergambar figur yang diandaikan sebagai Gajah Mada. 3/ Puisi-puisi dalam buku in…
Setelah Majapahit runtuh pada 1527, Jawa kacau balau dan bermandi darah. Kekuasaan tak berpusat, tersebar praktis di seluruh kadipaten, kabupaten, bahkan desa. Perang terus-menerus menjadi, untuk memperebutkan penguasa tunggal. Permata-permata kesenian, baik di bidang sastra, musik, dan arsitektur tidak lagi ditemukan. Selama hampir satu abad Jawa dikungkung oleh pemerintahan teror (Schrikbewin…
Tubuh boleh disekap, ditendang, diinjak-injak, tp semangat hidup tak boleh redup. Menurut Pram semangat hidup itulah yg membuat seseorang bisa hidup dan terus bekerja. Bertolak dari situ Pram bertekat kuat mengorbankan semangat utk tidak ongkang-ongkang kaki menanti ajal melumat.
Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat 115 ikhtisar roman sastra Indonesia yang ditulis antara tahun 1920 sampai tahun 1990. Dalam penyajiannya, karya-karya para penulis terbaik Indonesia tersebut tidak diurutkan berdasarkan tahun penulisannya. Untuk mengetahui tahun penulisan suatu karya roman maka pada bagian akhir buku ini kami lampirkan pengelompokkan karya-karya tersebut berdasarkan waktu…