Bahkan sampai aku menulis semua ini, Diary, aku belum percaya semua itu betul-betul terjadi. Samantha Howard yang beken itu, bersikap ramah terhadapku! Apakah penampilanku mendadak menjadi keren, dan ia menyadarinya? Apakah ia melihat gaya berjalanku yang sudah anggun dan mempesona? Pasti kira-kira begitulah. Menurutku, tak lama aku akan dapat bergabung dengan kelompok gadis-gadis elite itu.…
Sebetulnya tidak sengaja aku terjun je profesi baru ini. Semuanya ketika Mama memutuskan untuk menywakan bekas apartemen Nenek di loteng. Penyewa pertamanya Claudine Ferrand. Ia berasal dari Perancis, dan ia sangat cantik-tipe wajah yang sangat kudambakan suatu saat nanti, kalau saja pertumbuhan diriku menjadi sempurna. Sikapnya luar biasa ramah pada semua orang, tapi ia tak banyak bercerita…
Mama Nancy bertugas di luar kota selama dua minggu, jadi untuk sementara Nancy tinggal bersama kami. Mula-mula, kukira aku tidak punya banyak waktu untuk menulis padamu, Diary. Aku yakin, Nancy dan aku pasti akan mengobrol sampai larut malam, Seperti yang biasa kami lakukan bila dia bermalam di rumahku-atau sebaliknya-pada setiap akhir pekan. Tadinya, kukira harus menunggu sampai dua minggu …
Nenekku pergi berkencan! Sungguh memalukan! Aku tak dapat membiarkan orang lain mengetahui hal ini. Aku juga tak dapat menceritakan kepada siapapun tentang rencana pembalasan dendamku kepada Samantha yang sok itu. Masih ada satu masalah lagi, Nancy, teman baikku, sekonyong-konyongnya menjadi sangat sibuk... terlalu sibuk ntuk bersahabat denganku! Apakah ia menyimpan rahasia juga? Kadang…
Aku pasti terengah-engah, karena Darcy menatapku dengan heran. "Kau baik-baik saja, Lizzie?" "Ya," jawabku sambil menelan ludah. Sebetulya, keadaanku amat gawat. Denyut nadiku bertambah cepat, dan aku merasa seperti akan pingsan. Bagaimana kalau sampai ketahuan? Aku memejamkan mataku erat-erat dan mencoba membayangkan apa yang akan terjadi. pasti runyam. Sesaat lagi aku akan melakukan…