Buku ini dimaksudkan akan seperti pemandu wisata yang baik hati itu ke dalam Perjanjian Lama. Pemandu wisata biasanya menawarkan sejumlah pilihan: Saudara memiliki waktu berapa jam, atau hari...? Hal yang sama berlaku di sini.
Permainan-permainan dalam buku ini bukan hanya digunakan untuk mengisi waktu, memeriahkan suasana, mempererat persekutuan dengan saudara-saudara seiman, tetapi juga menambah pengetahuan peserta tentang Firman Tuhan.
Buku ini mencoba menerangkan metode-metode yang telah dikembangkan oleh para penafsir baik dalam Gereja Kristen Protestan maupun dalam Gereja Katolik Roma dewasa ini. Metode kritik nats, bentuk dan analisis sastra, lisan, bidang kehidupan, peredaksian, pengaruh agama-agama, tempat dan waktu, relevansi firman sampai kepada tujuan nats dibicarakan dalam buku ini bersama contoh-contoh yang sederhana.
Penulis berusaha mengulas hasil-hasil penelitian para ahli studi Perjanjian Lama di sekitar latar belakang, bagian-bagian dan skema penulisan Kitab ini. Namun dalam buku tafsiran ini penulis membicarakan isi Kitab Amos, ayat demi ayat menurut urutan dan bagan seperti yang tersedia pada kita sekarang.
Waktu akhir-akhir ini semakin terasa banyak nya minat untuk lebih mengenal kitab-kitab perjanjian baru. Tumbuhnya kelompok-kelompok Pendalaman, penggunaan Kitab Suci dalam pertemuan dan persekutuan doa menuntut dari para pembinanya pengenalan yang lebih mendalam dan memadai tentang Firman Tuhan. Di samping itu banyak juga orang perseorangan yang berhasrat memahami latar belakang, isi pesan kita…
Buku tafsir ini menyadarkan kita akan kepertemanan cinta dalam mengejar hikmat. Untuk memperoleh himat sejati orang harus memiliki cinta tak terbagi. Para bijakbestari memahami kesulitannya. Kita hidup dalam dunia dengan segala persoalan dan tantangannya. Mencapai cinta tak terbagi itu benar-benar tidak mudah.
Buku ini menjadi sebuah tambahan sumber abgi orang-orang dewasa yang paham bahwa anak-anak memerlukan suatu saat ibadah khusus, untuk dapat belajar bahwa mereka dikasihi dan diterima leh Tuhan dan oleh komunitas Kristen mereka.
Buku ini adalah suatu sumber bagi orang dewasa yang mengerti bahwa anak-anak membutuhkan saat-saat khusus dalam bentuk ibadah untuk mempelajari bahwa mereka dikasihi dan diterima oleh Tuhan dan komunitas Kristen mereka.
Pengalaman manusia yang mencari kemanunggalan dengan Tuhan dilukiskan dengan paralabel-paralabel , amsal-amsal yang diambil dari dunia indonesia, dari dunia seorang jejaka yang menaikkan dan menurunkan layangannya. Di sini kita dapat menikmati keindahan puisi Jawa.
Membaca buku ini, orang tidak akan lagi disodori patokan-patokan mengeani bagaimana sebaiknya orang harus hidup, atau kata-kata saleh dan manis, atau slogan-slogan kosong yang telah usang yang kerapkali tidak berhasil membawa orang kepada kebangunan rohani. Dengan buku ini Anthony de Mello ingin mengajak setiap orang tanpa kecuali, dari alairan agama dan kepercayaan mana pun, untuk menemukan ke…