Dalam buku ini, DR. Onghokham menguraikan proses tersebut dengan menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhinya. Baik faktor dalam negeri Indonesia maupun faktor-faktor international, termasuk juga perkembangan politik di Negeri Belanda sendiri. Kekayaan informasi dan anilisis kritis yang terkandung di dalamnya, membuat buku ini perlu dibaca oleh mereka yang ingin mempelajari suatu peirode y…
Dalam JALAN SEDERHANA, Ibu Teresa, anggota-anggota senior Misionaris Cinta Kasih, dan para volunter di rumah-rumah mereka memberikan nasihat dan pengalaman mereka yang berliku-liku tentang bagaimana kita dapat mempraktekkan cinta yang lebih penuh satu sama lain dan membantu mereka yang urang beruntung dibandingkan diri kita. Mereka menuturkan masalah-masalah yang mendasar seperti kebahagiaan, k…
Buku ini, yang diangkat dari disertasi Robert Bridson Cribb, merupakan suatu upaya untuk menulis suatu sejarah yang rinci, meskipun hanya mengenai suatu periode yang relatif singkat, tentang salah satu daerah di Indonesia, dalam suatu koneteks yang berkaitan dengan pelbagai kecenderungan besar dalam sejarah Indonesia: integrasi daerah yang berlangsung berangsur-angsur dan berkesinambungan yang …
Proposal yang ditulis para eksekutif sering gagal dan berakhir di keranjang sampah. Mengapa? Buku ini berusaha menjawab pertanyaan itu secara efektif melalui langkah-langkah sistematis dan efektif. Disertai contoh-contoh konkret dan meyakinkan sehingga akan mampu meningkatkan kredibilitas penulisnya.
La Hami adalah novel yang dikarang oleh Marah Roesli dan diterbitkan tahun 1953 oleh Balai Pustaka. Novel ini mengisahkan perjuangan seorang pemuda. Latar tempatnya di Pulau Sumbawa, Kecamatan Sanggar, Dompo, dan Donggo.
Buku ini berisi naskah sosiodrama dan bermain peran, menampilkan nilai-nilai pokok bahasan dan sub pokok bahasan bidang studi Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, yang dipandang tepat disajikan dengan metoda sosiodrama dan bermain peran.
"Banyak yang hendak saya nyatakan, apakah yang dapat menghalangi saya, kalau menurut keyakinan saya, saya patut berbicara? Karena cara saya melahirkan keyakinan akan dicela setengah orang? Karena soal yang saya kemukakan, menurut setengah orang mesti didiamkan? Karena saya akan dihinakan orang? Karena saya akan dimaki? Kalau keyakinan sudah menjadi pohon beringin, robohlah segala pertimbang…