Kumpulan cerita pendek ini berisi 13 cerpen Ahmad Tohari yang ditulis antara tahun 1976 dan 1986. Seperti dalam karya-karyanya terdahulu, dalam kumpulan ini pun Tohari menyajikan kehidupan pedesaan dan kehidupan orang-orang kecil yang lugu dan sederhana. Dan sebagaimana dikatakan dalam “Prakata”, kekuatan Tohari “terletak pada latar alam pedesaan yang sarat dengan dunia flora dan fauna”…
Umar Nur Zain menampilkan sosok Cemplon dengan cakrawala pengalaman menggelitik atas cucu salah seorang taipan konglomerat. Gelitikan ini pun berlanjut pada "Munas gaya tinju", "Lapangan Gold Cimacan" dan penggusuran lain, termasuk masalah pedagang asongan. Keterkaitan dengan masalah aktual memang asyik. Begitu juga dengan tokoh yang menyebut dirinya pakar seks yang didatangi seseorang nenek t…
Buku kumpulan cerita pendek yang berjudul Ketika Matahari Tak Tampak yang berisi lima belas cerita pendek ini bukan sekadar kumpuian cerita pendek biasa yang tidak mengandung makna. Namun, isinya sarat dengan makna hidup dan kehidupan, serta masalah kejiwaan para tokohnya. Gaya bahasanya lincah, walaupun untuk memahami isi ceritanya diperlukan pemahaman khusus. Akan tetapi, kita tidak perlu…
Antologi ini, setidaknya memperlihatkan perjalanan Sastra Nobel selama 10 dasawarsa. Dasawarsa pertama (1901-1910) diwakili oleh Bjornstjerne Bjornson. Dasawarsa ke-2 (1911-1920) diwakili oleh Knut Hamsun. Dasawarsa ke-2 (1921-1930) oleh Anatole France, William Butler Yeats, dan George Bernard Shaw. Dasawarsa ke-4 (1931-1940) oleh John Galsworthy, Ivan Bunin, Luigi Pirandello, dan Pearl S. Buck…
Dalam jilid ketiga ini dimuat cerpen-cerpen pengarang Indonesia kelahiran 1935-1942, yakni mulai dari Ras Siregar hingga Jasso Winarto. Karena yang dimuat cerpen dari pelbagai pengarang maka kita pun akan menemukan sejumlah corak cerpen Indonesia.
Dalam jilid keempat ini dimuat cerpen-cerpen pengarang Indonesia kelahiran 1942-1962, yakni mulai dari Wilson Nadeak hingga Rainy MP Hutabarat. Karena yang dimuat dari pelbagai pengarang makan kita pun akan menemukan sejumlah corak cerpen Indonesia.
Dalam jilid kedua ini dimuat cerpen-cerpen pengarang Indonesia kelahiran 1930-1936, yakni mulai dari Sumartono hingga S.N. Ratmana. Karena yang dimuat cerpen dari pelbagai pengarang maka kita pun akan menemukan sejumlah corak cerpen di Indonesia.