Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus merupakan sebuah buku kumpulan sajak karya Chairil Anwar yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah "Kerikil Tajam" dan yang kedua adalah "Yang Terempas dan yang Putus". Walaupun kedua kumpulan ini terbit dalam tahun yang sama, yaitu tahun 1949. Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Rakyat (19…
Antologi yang disusujn Linus Suryadi AG ini terdiri dari empat jilid dan memuat puisi Indonesia modern dari tahun 20-an hingga tahun 80-an. Dalam jilid 4 ini dimuat puisi para penyair kelahiran tahun 1948-1962, mulai dari Yudo Herbeno sampai Ida Ayu Galuhpethak.
Buku ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan dalam hal buku bimbingan pemahaman puisi. Buku ini diharapkan pembaca mampu memahami puisi secara keseluruhan dan kemudian memahami unsur-unsur yang membangunnya. Pembaca juga diharapkan agar memahami bahwa unsur-unsur itu hanya bermakna di dalam kesatuannya dengan unsur-unsur lainnnya dan dengan totalitasnya. Pembahasan struktur keseluruhan tidak l…
Buku ini berisikan perjalanan hidup serta karya penyair Chairil Anwar.
Antologi ini diberi judul PUISI SEPUTAR DUNIA sebab sumber dan tempat memungut materinya di berbagai negara dan mass media. Masak waktu yang dirangkumnya dari zaman Shih Khing di Tiongkok sampai ke masa Light Verse di Amerika. Sayang sekali, predikat 'dunia' tidak dapat diujudkan dengan mengumpulkan sejumlah puisi dari seluruh negara di dunia. Namun dari segi lain predikat 'dunia' memang berhak…
Untuk memenuhi kebutuhan dan kerinduan masyarakat akan buku-buku sastra lama, baik prosa maupun puisi, Balai Pustaka menerbitkan kembali buku-buku tersebut, salah satunya adalah buu kumpulan puisi karya Sanusi Pane ini. Masyarakat diharapkan lebuih mudah mendapatkan dan menikamti keindajan rangkaian kata yang diungkapkan Sanusi Pane. Buku ini juga sangat berarti bagi para peneliti sastra untuk …
Buku ini berisikan tentang sejarah puisi baru serta berbagai contoh puisi baru dari berbagai pengarang.
Puisi lama berbeda dengan puisi baru. Hal itu nyata kepada kita sekali lihat, sebab perbedaannya itu bukan sedikit : tentang pilihan kata, tentang susunan kalimat, tentang jalan irama, tentang pikiran dan perasaan yang terjelma didalamnya, pendeknya tentang isi dan bentuknya.
Kahlil Gibran nampak sebagai perpaduan yang indah antara Tagore, La Fontaine, Nietzsche, dan Sigmund Freud. (The Evening Transcript, 19 Maret 1927) Keindahan ekspresi dan kedalaman misteri yang terkandung dalam syair maupun parabel Mr. Gibran telah memenuhi standar tulisan kitab suci. (John Heynes Holmes, Menteri Urusan Gereja New York, dalam peluncuran buku Jesus the Son of Man, 1928) Pengaruh…