Midun tidak habis pikir. Bagaimana mungkin Kacak-penghulu yang kaya raya, bangsawan tinggi kemenakan raja di kampungnya menaruh iri dan dendam kepadanya, yang hanya seorang rakyat biasa? Midun merasa tidak melakukan perbuatan yang salah, menyinggung atau menyakiti orang lain. Ia tidak menyadari, justru kehalusan budi pekerti dan kerendahan hatinya menyebabkan ia begitu disayangi dan dibela oleh…
Buku ini merupakan buku teks bagi para suswa dan mahasiswa yang mendalami bidang hukum, pemerintahan, dan sosial politik. Pembahasan di dalamnya berusaha menggali dan memperdalam pengetahuan tentang asas-asas hukum tata negara serta hukum tentang hubungan negara dan masyrakat diantaranya membahas tentang pengertian dasar kenegaraan dan pemerintahan, masalah ketatanegaraan, penentuan hukum tat…
Buku berebut jiwa bangsa: Dialog, Perdamaian, dan persaudaraan berisi gagasan dan pandangan perihal berbagai persoalan yang menghujani nilai dan visi kebangsaan Indonesia sejak berakhirnya kekuasaan Orde Baru. Mulai dari acaman disenterigrasi, korupsi, pengusuran rakyat kecil, dialog antarumat beragama, hingga pembangunann kesejahteraan umum seperti jaringan transportasi sampai harga bahan baka…
Di Indonesia, folklor sebagai subdisiplin antropologi relatif belum lama dikenal. Buku tentang folklor Indonesia ini ditulis oleh sarjana yang sangat menguasai permasalahan tersebut. Cakupan pembahasannya yang menyeluruh meliputi pengertian dan sejarah perkembangan folklor di Indonesia berikuti relevansinya, serta jumlah besar contoh folkor Indonesia setelah disusun per kategori.
Lompatan Jokowi Belum selesai jadi wali kota, dipromosikan jadi gubernur. Belum selesai jadi gubernur, dipromosikan jadi Presiden. fenomena Jokowi bisa jadi merupakan cerminan adanya krisis kepemimpinan nasional. Betapa sulitnya mencari pemimpin yang memenuhi syarat-syarat seorang pemimpin. Siapa saja mungkin bisa jadi presiden, tapi belum tentu setiap presiden adalah pemimpin.
Buku ini berisikan kisah hidup seorang Ir. H. Djuanda.
Buku ini memuat sejarah dan perjuangan 86 orang Pahlawan Nasional, yaitu para pahlawan yang secara resmi telah diakui dan diberi gelar Pahlawan Nasional (dengan beberapa kategorinya) berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia.