Melalui mata pelajaran IPS yang salah satunya mencakup materi Geografi dan sosiologi, diaharapkan dapat mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analitis peserta didik terhadap peristiwa fakta, konsep, dan generalisasi terhadap isu sosisal di masyarakat
Buku IPS Terpadu ini disusun Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan mempelajari buku IPS Terpadu ini, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan memahami, mendeskripsikan, serta menyikapi berbagai fenomena alam, sosial, dan ekonomi (Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Ekonomi) yang menyangkut ruang dan waktu di lingkungan sekitar siswa dalam kehidupannya sehari-hari.
Dengan mempelajari buku IPS Terpadu ini, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan memahami, mendeskripsikan, serta menyikap berbagai fenomena alam, sosial, dan ekonomi (Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Ekonomi)n yang menyangkut ruang dan waktu di lingkungan sekitar siswa dalam kehidupannya sehari-hari.
Buku Pembelajaran IPS Terpadu 3 untuk Kelas IX SMP dan Mts memuat dasar kesosiologian, kesejarahan, kegeografian, dan keekonomian.
Buku ini membahas tentang pemahaman awal dan tujuan interaksi edukatif, kedudukan guru dan anak didik, analisis model interaksi edukatif, keterampilan dasar mengajar, pengelolaan kelas, pemilihan metode mengajar dalam rangka interaksi edukatif, serta evaluasi hasil interaksi edukatif.
Buku ini diawali dengan perspektif bahwa efektivitas organisasional akan membai jika individu-individu di dalam organisasi terlibat dalam pengembangannya secara profesional. Pengembangan ini melibatkan individu sebagai sumber kunci dalam intuisi, dan ide ide tentang pengembangan profesional sebagai kunci pembelajaran manajer-manajer pendidikan.
Sekolah-sekolah di Indonesia dari zaman ke zaman terus mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini disebut Transformasi Pendidikan. Proses perubahan atau transrormasi ini, apabila dapat dikendalikan akan menghasilkan hal-hal yang bersifat negatif.
Pada hakikatnya inti persoalan psikologi pendidikan terletak pada anak didik, sebab pendidikan adalah perlakuan terhadap anak didik yang secara psikologis perlakuan tersebut harus selaras dengan keadaan anak didik. Dengan demikian permasalahan psikologis yang berperan dalam proses pendidikan anak daat terjawab apabila pendidik dapat memberikan bantuan kepada anak didik agar berkembang secara wa…
Tugas siapa sebenarnya mendidik anak? Sekolah atau Keluarga? Pertanyaan dilematis inilah yang mengusik penulis untuk mengungkapkan pendapatnya. Berangkat dari pengalaman dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Indonesia, Pater Drost memberi garis tegas bahwa sekolah harus lebih mengutamakan pengajaran, sedangkan pendidikan budi pekerti, bagaiamanpun juga, adalah tanggung jawab orang tua.…
Kebangkitan sistem pendidikan gaya baru dan sekolah progresif. adalah hasil rasa tidak puas terhadap pendidikan tradisional Menurut pengarang ini, tujuan sekolah terdisional ialah suapaya paara siswa kelak dapat menduduki jabatan intelektual. Biasanya terlalu banyak mata pelajaran yang diajarkan kepada murid: bahan pelajaran menjadi pusat dari seluruh kegiatan sekolah materio senteris. Buku ini…