Nenekku pergi berkencan! Sungguh memalukan! Aku tak dapat membiarkan orang lain mengetahui hal ini. Aku juga tak dapat menceritakan kepada siapapun tentang rencana pembalasan dendamku kepada Samantha yang sok itu. Masih ada satu masalah lagi, Nancy, teman baikku, sekonyong-konyongnya menjadi sangat sibuk... terlalu sibuk ntuk bersahabat denganku! Apakah ia menyimpan rahasia juga? Kadang…
Aku pasti terengah-engah, karena Darcy menatapku dengan heran. "Kau baik-baik saja, Lizzie?" "Ya," jawabku sambil menelan ludah. Sebetulya, keadaanku amat gawat. Denyut nadiku bertambah cepat, dan aku merasa seperti akan pingsan. Bagaimana kalau sampai ketahuan? Aku memejamkan mataku erat-erat dan mencoba membayangkan apa yang akan terjadi. pasti runyam. Sesaat lagi aku akan melakukan…
Serial Horor Klasik menampilkan kisah-kisah horor karya pengarang-pengarang ternama yang telah diadaptasi untuk anak-anak. Bahasanya mudah dimengerti, Ceritanya seru. Dan seram! Bacalah... kalau berani.
Dalam buku ini dimuat sepuluh cerita rakyat yang berasal dari Banten. Di antaranya "Asal Usul Rangkasbitung", "Riwayat Batu Kuwung ", dan "Asal Usul Banten".
Dalam buku ini dimuat sembilan cerita rakyat yang berasal dari Aceh. Di antaranya "Tujuh Anak lelaki" dan "Aman Ane".
Dalam buku ini dimuat sembilan cerita rakyat yang erasal dari Sumatra Barat. Di antaranya "Asal Mula Labuhan Haji", "Pulau Sikintan", dan "Kisah Peridende".
Dalam buku ini dimuat delapan cerita rakyat yang berasal dari Bangka. Di antaranya "Asal Usul Nama Pulau Bangka", "Asal Usul Nama Sungailiat", dan "Burung Tang Tut".
Dalam buku ini dimuat sembilan cerita rakyat yang berasal dari Riau. Di antaranya "Si Jangoi Anak Nakal", "Sumpah Orang Barok", dan "Raja Bongsu Sakti dan Bijaksana".
Dalam buku ini dimuat sembilan cerita rakyat yang berasal dari Riau. Di antaranya "Asal Usul Nama Kota Pekanbaru", "Batu Rantai", dan "Baang Tuaka".
Dalam buku ini dimuat sepuluh cerita rakyat yang berasal dari daerah Banten. Di antaranya "Sang Prabu dan si Petani", "Nini Plerek", dan "Nyi Badarian dan Tujuh Mata Air".