Bidang penelitiannya luas, meliputi fisika, metafisika, psikologi, etika, politik, biologi, seni, dan filsafat. "Argumen abstrak," menurut Aristoteles, "harus diabdikan pada bukti Faktual." Karena itu, proposisinya disusun berdasarkan data emperis, sungguhpun beberapa di antaranya ternyata tidak valid.