Dengan gaya penyampaian yang khas, sesuai dengan ciri khas masing-masing narasumbernya, buku ini ditujukan sebagai bahan acuan untuk para redaktur opini dalam mengelola rubriknya. Di samping itu juga bisa dijadikan kiat bagi penulis dan calon penulis dalam menuangkan opininya sehingga dapat menembus halaman surat kabar.
Belajar jurnalisme bukanlah sekedar mengenali konsep kelayakan berita atau menuliskan catatan fakta, namun harus melalui proses melihat fakta dari realitas sosial, baru kemudian menuliskannya. Maka seorang jurnalis dituntut memiliki kepekaan intelektual untuk menangkap fenomena empiris dalam kehidupan sosial. Melihat belum adanya panduan jurnalisme yang menekankan pada pengenalan konsep kelayak…