Buku ini membahas pemikiran Kant di bidang etika itu. Kant berpendapat bahwa kewajiban moral memerintahkan agar manusia taat kepadanya secara mutlak, tidak tergantung pada rasa suka atau tidak suka, untung atau rugi, cocok atau tidak cocok, rasa nikmat atau rasa sakit. Tetapi moralitas adalah keyakinan dan sikap batin, dan bukan penyesuaian dengan peraturan dari luar, entah itu agama, negara, b…
"Etika Dasar" menyajikan masalah-masalah pokok filsafat moral dewasa ini. Dan memberikan jawaban atas pertanyaan: apakah hakikat kebebasan dan apa kaitannya dengan tanggung jawab? Apakah suara hati itu, dan dapatkah suara hati dipertanggungjawabkan dan dikembangkan? Keputusan moral yang bagaimanakah yang memadai? Semua itu dijawab dengan gamblang dalam pembahasan buku ini. Demikian pun tolok uk…
Dalam buku ino penulis menunjukkan bagaimana standar-standar alkitabiah, yang harus diakui dengan tegas dan menuntut, dapat dilaksanakan dalam bisnis, rumah tangga, pendidikan dan dalam geraja. Buku ini akan jadi pedoman anda untuk menjadi terang kristus di lingkungan anda melalui sikap hidup anda.
Ini buku tentang apa yang dimaksud dengan menjadi "orang yang baik," sebagaimana dilawankan dengan "orang yang tidak begitu baik" atau "orang yang jahat." Buku ini bermaksud menyampaikan beberpaa gagasan tentang bagaimana watak tumbuh pada anak-anak, bagaimana imajinasi moral kepada mereka berkembang pada berbagai tahap kehidupan mereka.... dan tentang bagaimana kita dapat membantu menumbuhkan …
Perubahan pesat banyak bidang kehidupan masyarakat membawa kemajuan sekaligus kegelisahan pada banyak orang salah satu hal yang menggelisahkan adalh masalh moral; orang merasa tidak lagi mempunyai pegangan akan norma-norma kebaikan dalam situasi itu dibutuhkan sikap yang jelas arahnya dan norma-norma kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Itulah yang dikaji dalam buku ini, khususnya pada m…
Nama Machiaveli tidak terelakkan sering dikaitkan dengan ajaran "tujuan menghalalkan cara" - the end justifies the means. Betapa tidak. Niccolo Machiaveli mengajarkan bahwa para pemimpin harus siap berbuat jahat seandainya hal ini menghasilkan kebaikan, dan semenjak itu namanya menjadi pemeo untuk kecurangan dan imoralitas.