Bermula dari kurikulum 1975, 1984, dan 1994 yang dikritik larema ,e,neri terlalu banyak mata pelajaran, materi yang terllau padat; dan membuat proses belajar-mengajar, buku tesk, dan ujian nasional (EBATANAS, sekarang UAN) menjadi seragam. kemudian permasalahan menajdi semakin kompleks ketika kurikulum nasional diterapkan di sekolah dengan kondisi yang tidak seragam di tiap-tiap daerah. Pendidiā¦