Roman ini berlangsung dalam satu putaran perjalanan seorang anak revolusi yang pulang kampung karena ayahandanya jatuh sakit. Dari seputaran perjalanan itu, terungkap beberapa potong puing gejolak hati yang tak pernah teranggap dalam gebyar-gebyar revolusi. Dikisahkan bagaimana keperwiraan seorang dalam revolusi pada akhirnya melunak ketika di hadapkan pada kenyataan sehari-hari: ia menemukan …
Mengenal Sejarah bangunnya kesadaran nasional dengan baik, tak lengkap tanpa mengenal juga gagasan-gagasan dunia pikiran yang hidup dimasa kesadaran itu mulai tumbuh bahkan dimasa yang mengawali kelahirannya, yang berciri pernyataan diri pribadi (self expressi) dalam bentuk penulisan-penulisan cerita. Antologi ini menggambarkan kepada kita tentang apa yang dihasilkan penulis-penulis perintis pe…
Biografi ini mengajak mengingat Kartini, tapi bukan dari sudut pandang domestik rumah seperti dia adalah gadis pingitan lalu dinikahkan secara paksa lalu melahirkan lalu mati. Coba singkirkan kenangan itu dan alihkan pikiran pada bagaimana cara Kartini melawan itu semua, melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar penjajahan dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten y…
sebuah roman revolusi semasa perjuangan bersenjata 1945-1950. Kisah tentang pemuda-pemuda Indonesia yang rela membaktikan jiwa raga demi proklamasi kemerdekaan, kisah-kisah tentang para pahlawan sejati dan pahlawan munafik, pertarungan di daerah republik dan daerah pendudukan Belanda – antara yang setia dan yang menyeberang, antara uang ORI dan uang Nica, dengan wanita sebagai tokoh utama –…
Buku ini sebenarnya merupakan buku pertama dari tetralogi “Arok Dedes”, buku berikutnya adalah Mata Pusaran, Arus Balik dan Mangir(Drama). Tidak berlebihan bila buku karya Pramoedya Ananta Toer ini disebut sebagai salah satu sumbangan Indonesia untuk dunia. Siapa tak kenal Pram? kandidat Asia paling utama untuk Hadiah Nobel. Penulis kontroversial kelahiran Blora, Jawa Tengah pada tahun 1925…
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusasteraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi…
Roman Tetralogi Buru mengambil latar kebangunan dan cikal bakal nasion bernama Indonesia di awal abad ke 20. Dengan membacanya, waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula. Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi i…
Di dalam buku ini ada sejarah pilu, lirih, nestapa kaum perempuan. Tragisnya, yang mengalami kebatilan kejahatan perang Jepang pada tahun 1943-1945 ini adalah perawan remaja kisaran umur 14-19 tahun dengan jumlah hampir 200.000 di seluruh Asia yang sempat di duduki oleh Jepang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, mega penipuan ini dilakukan oleh Jepang melalui Sendenbu (jawatan propaganda). Dalih…
Sepenuturan Pramoedya, Gadis Pantai adalah roman yang berkisah tentang perikehidupan seorang gadis belia yang dilahirkan di sebuah kampung nelayan di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang. Gadis Pantai adalah seorang gadis yang manis. Cukup manis untuk memikat hati seorang pembesar santri setempat; seorang Jawa yang bekerja pada (administrasi) Belanda. Dia diambil istri oleh pembesar tersebut dan menj…
Buku ini disusun sebagai usaha kecil menggarisbawahi bagaimana nama Pramoedya Ananta Toer tak pernah habis. Banyak suara dan kesaksian yang terangkum. Ditulis dari pelbagai penjuru pandangan. "Seribu Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa" mau menggulirkan berbagai pemikiran dan aneka pengalaman penulis yang belum pernah terungkap di permukaan.