"Ia selalu punya tempat di sudut hatimu yang bercelah karena rembesan harapan tidak lagi bisa kautampung di dalamnya. Meski mulutnya gagap-gagap seperti ingin bertanya, sorot matanya berbinar menguar senyuman pada hidup yang terasa sedikit kelam. Ia selalu punya tempat di sudut hatimu yang bercelah karena rembesan harapan tidak lagi bisa tertampung di dalamnya. Tetapi puk-puk-puk di ujung ra…