Damai yang senantiasa menyelimuti tiba-tiba koyak. Lepas pelukan mimpi tidak mungkin dituntaskan karena genderang perang membangunkan isi kehidupan Majapahit. Pada sebuah fajar yang masih beku, para Rakrian Dharmaputra Winehsuka menebar tembang duka. Ra Kuti menaburkan aroma pembantaian, pemerkosaan, dan penjarahan. Kemegahan bumi Wilwatika seketika porak-poranda. Akan tetapi, tetes darah, keri…
"Untuk Mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar." ucap Gajah Mada dengan suara amat lantang. "Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung semata-mata demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak b…
Kisah perang bubat sudah banyak ditulis dalam berbagai tulisan, oleh banyak penulis. Salah satunya oleh Langit Kresna Hariadi dalam novel pentalogi Gajah Mada edisi Sanga Turangga Paksowani. Langit memang sudah terkenal dalam menulis kisah-kisah kolosal epik nusantara.Ketika Raja Majapahit mencapai usia dua puluh tiga tahun, telah memiliki kecerdasan dan kemampuan yang memadai untuk menjadi seo…
Takhta dan kekuasaan sering kali menjadi pemicu sebuah pemberontakan. Rasa iri dan kecemburuan sosial kerap menjadi a lasan untuk berkhianat pada sahabat; kerabat dekat; bahkan pemimpin atau rajanya sendiri. Inilah yang terjadi pada para Rakrian Dharmaputra Winehsuka; Ra Kuti; Ra Pangsa; Ra Tanca; Ra Banyak; Ra Yuyu; dan Ra Wedeng dalam novel Gajah Mada: Makar Dharmaputra karya Langit Kresna Ha…
Kisah perang bubat sudah banyak ditulis dalam berbagai tulisan, oleh banyak penulis. Salah satunya oleh Langit Kresna Hariadi dalam novel pentalogi Gajah Mada edisi Sanga Turangga Paksowani. Langit memang sudah terkenal dalam menulis kisah-kisah kolosal epik nusantara.Ketika Raja Majapahit mencapai usia dua puluh tiga tahun, telah memiliki kecerdasan dan kemampuan yang memadai untuk menjadi seo…