Lima tahun Prasetya kehilangan ingatannya akibat kecelakaan dalam sebuah kapal pesiar di tengah laut. Ternyata bukan hanya memorinya saja yang hilang. Sifat-sifatnya pun berubah total sehingga dia dicenci oleh orang-orang disekitarnya, termasuk istrinya sendiri.
Karena terlambat menolong pasiennya semasa masih menjadi koasisten dirumah sakit, Mesi dihinggapi perasaan bersalah yang mendalam. Dia berusaha menyilih perasaan bersalahnya itu dengan menumpahkan perhatiannya kepada Ari, kekasih pasiennya itu. Tetapi mula-mula, Ari justru memilih lusi, teman mesi yang cantik jelita, sehingga Mesi merasa tersisih.
"Ngapain sih lu nonggol disini? Cewek lu yang dari Bandung itu udah di roger lagi?" "Wah, nggak bisa di download! Sekuritinya nempel terus kayak cacing usus!" "Jadi lu nggak sempat nembak?" "Boro-boro nembak! Kepala gue nggak dijitak aja sama satpamnya udah bagus!"
"Sejak lahir tak pernah ada wanita dalam hidupku, Melia, bahkan ibuku pun belum pernah kulihat. Ketika aku menemukanmu, aku tidak ingin ada perempuan lain lagi dalam hidupku. Salahkah aku melia? Berdosakah mencintai seorang gadis seperti engkau di mata Tuhanmu?"
"Akan kita kalahkan perempuan itu, Rianti. Enam tahun yang lalu Ibu sudah pernah mengalahkannya! Waktu itu, mereka juga sudah punya anak!" "Tapi saya tidak sampai hati memisahkan mereka, Bu! Anak itu membutuhkan seorang ayah..."
"Ita! Ita!" Hari mengguncang-guncang tubuh adiknya yang telah diam tak bergerak-gerak di tanah dengan panik. Tante Leila yang batu tiba bersama para pembantu, menutup mulutnya dengan ngeri. Tetapi jeritan yang kemudian terdengar bukan jeritan Tante leila. Bukan pula jeritan para pembantu. Jeritan itu berasal dari jendela di atas mereka.
Andrea Puspa tidak tahu siapa anak-abaknya, David atau ricky. Tapi yang jelas, sejak anak itu lahir, tak ada ketengan lagi dalam hidupnya. Evi, Ibu Ricky, terus-menerus membututinya untuk merampas anak itu dan memaksa Andrea merasakan artinya kehilangan.
"Terpujilah cintamu, Faisal Rahman!" geram Dytia menahan marah. "Cintakah namanya hidup bersama seorang gadis selama satu tahun, lalu pergi dengan hanya meminta maaf karena tidak sampai hati meninggalkan ibunya?" "Semua memang salahku", keluh Faisal putus asa. "Ketika aku pergi meninggalkanmu, semua orangpun menyalahkan aku. Katakan padaku, dytia, aku mesti bagaimana?"
"Betul sampai kesana, No? Beno bilang, tungganganmu kayak mesin giling!" "Huu, mesin giling juga siip! Pokoknya sampai ke finish!" "Finish apaan?" ejek Beno. "Buktinya dia lari sipat kuning begitu gergasi itu muncul!" Teman-temannya tertawa geli. Cuma Bram yang diam saja. Pengalaman pertama itu terus menerus menghatui dirinya.
Sesaat sebelum menikah dengan kekasihnya, Rio berangkat ke Bombay. Ditepi laut di balik The Gateway of India, dia dirampok dan dianiaya. Rio bukan hanya kehilangan ingatannya, sekaligus dia pun kehilangan seluruh identitasnya. Dalam keadaan amnesia, ketika namanya sendiri pun tidak diketahuinya, dia jatuh cinta pada Dokter Madhuri. dokter yang merawatnya dan pernah menyelamatkan nyawanya.