Ini lah abad, ketika manusia "bersepakat" untuk tidak lagi berpusing-pusing mencari dan berebut 'substansi' sebagai sebuah kebenaran' seperti keyakinan abstrak dogmatis isme. Demikian juga dengan pencarian 'asal-usul' yang galakkan oleh etimologisme. Apalagi mendokumentasi di 'monumen-menumen', meruntutkan 'peristiwa-peristiwa' dan memberhalakan 'nama-nama besar', seperti ritus his toriografi l…