"Saya akan mengesampingkan dua narasi lainnya, yakni dari Dake dan Holtzappel. Dake membangun argumen berlandaskan bukti palsu, bahwa Presiden Sukarno terlibat aktif dalam Gerakan. Sementara Holtzappel mengajukan argumen berbasiskan interpretasi yang keliru atas kesaksian-kesaksian [persidangan| Mahmillub... Kedua tulisan ini cacat sehingga lebih baik dikesampingkan saja.”