Tertullianus menyebut Doa Bapa Kami sebagai "epitome seluruh In jil", sedang Augustinus menyebutnya "sumber segala doa-doa yang lain". Secara kenyataan Doa Bapa Kami banyak dipakai dalam liturgia Gereja, maka tak dapat disangkal bahwa Doa Bapa Kami telah menjadi bagian pen ting dalam kehidupan orang Kristen.