Rahasia suskses yang dipaparkan dalam buku ini ada strategi belajar di rumah dan disekolah hingga bagaimana menghadapi rintangan dan mengatasi kekecewaan dll
Buku ini merupakan peta jalan yang diitulis untuk memberikan informasi dan memandu remaja agar senantias berada di jalur lurus dan sempit.
Buku ini telah menjadi pegangan yang berisi nasihat dan petunjuk yang sangat berharga bagi para pelayan Injil dan bagi semua pekerja Injil yang terkait dalam pergerakan ini.
Buku ini menyajikan analisisi kebijakan pendidikan nasional selam 50 tahun dengan latar belakang tumbuhnya sejak masa penjajahan Belanda dan pendudukan militerisme Jepang
Buku ini menceritakan kisah para pengajar muda yang ditempatkan di beberapa pelosok negeri. Kesulitan, kebahagiaan,tangis, dan tawa mewarnai kisah mereka. buku ini juga menunjukan seperti apa wajah pendidikan ngeri ini.
Pendidikan dewasa ini haruslah merupakan upaya untuk mencari tahu apa yang ada dalam diri murid2 yg perlu aktualisasi kan keluar dan untuk merekonstruksi ulang proses pembelajaran agar membuat mereka mampu secara mandiri mengaktualisasikan potensinya itu.
Buku ini merangkum aksi 72 anak muda yang terpilih dari ribuan anak muda hebat lainnya. Mereka bergerak, menyebar ke seluruh pelosok negeri dari Aceh hingga Papua. Mereka rela meninggalkan kenyamanan kota dan kelurga untuk tinggal di tempat baru, melunasi janji kemerdekaan.
Dibesarkan di keluarga broken home sejak kecil di tengah himpitan ekonomi yang mendera, tidak lantas membuat Donni Adinata-pria yang saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Indonesia-Pesimis. Justru, hal itu semakin memperkuat tekadnya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya
Buklet ini bukan hanya menawarkan pandangan sekilas yang membukakan mata dan memberikan dorongan pada Gerakan "AD2000" yang bertumbuh ini, tetapi juga memberikan pintu masuk untuk berpartisipasi. Momentum rohani gerakan ini ditangkap dalam gaya yang jelas dan mudah dibaca, menggambarkan kerja sama vital dengan cara baru dari orang-orang biasa dalam penginjilan dunia.
Moshe Kai Cavalin yang menjadi mahasiswa termuda di UCLA ternyata tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah dasar atau sekolah menengah. Moshe, yang menagagumi Einstein, mendpatkan pendidikan dan pengajran langsung dari orang tuanya,khususnya sang ibu, di rumah dalam program homeschooling.