Kecerdasan seorang anak tidak hanya ditentukan dari tingginya skor tes IQ (Inteligence Quotient). Ada faktor-faktor lain yang turut menentukan tingkat kecerdasan anak, antara lain EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient).
Sudah banyak buku tentang psikologi perkembangan anak yang diterbitkan selama ini, namun buku "Meningkatkan Keteram pilan Otak Anak" ini terasa benar-benar lain. Buku ini membahas tentang otak dalam hubungannya dengan kemampuan berpikir, dan menawarkan beberapa petunjuk praktis tentang bagaimana otak anak bisa dikembangkan maksimal sesuai dengan potensi yang ia miliki.
Kalau kamu merasa nggak puas dengan dirimu sendiri, hei, kamu nggak sendirian, lho! Banyak remaja lain yang mengalami hal serupa. Mereka sama pusingnya dengan kamu;
Intervensi dini penting untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Tujuannya ialah memperkecil kesenjangan antara potensi perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. Selain menjelaskan pengertian penulis juga mengetengahkan model intervensi dini di negara yang telah berkembang juga yang sedang berkembang termasuk Indonesia. (Dr. Soemiarti Patmonodewo)
Siapa tidak suka bergaul dengan anak kecil yang bersikap polos, lugu, dan lucu? Mata anak kecil itu bersih dan murni. Bagi kita orang dewasa masa kecil itu sudah lewat, dan anggapan umum berkata bahwa kini tinggal kenangan manis.
Penemuan penemuan menarik yang ia dan rekan-re kannya lakukan di seluruh dunit menunjukkan bahwa dengan apa yang kita katakan dan bagaimana kira menga takannya, kita sangat mempengaruhi harga diri anak anak kita dan bahkan memberi bentuk pada hari depan mereka.
kekuatan cinta mampu memindahkan gunung, membuat impian-impian kita menjadi kenyataan, dan menghibur dikala kita sedang dalam kesusahan.
Dalam usaha membantu para mahasiswa di bidang Ilmu Jiwa Perkembangan, maka kami susun buku ini. Semula buku ini terbit dalam bentuk stensilan. Baru setelah terbitan ke-empat inilah buku berubah wajah sebagaimana yang ada sekarang ini.
Makna terdalam dari kata WAJAH adalah ESENSI. Judul WAJAHKU PRIBADIKU dimaksudkan agar pembaca menyadari WAJAH-nya sendiri,
M emiliki anak bukan jaminan bagi terciptanya kebahagiaan orang tua manakala si anak justru tumbuh menjadi pribadi yang tak bisa diatur dan memiliki kepribadian yang buruk di tengah-tengah keluarga. Pertanyaannya, siapa yang pa bertanggung jawab dalam masalah ini? Jangan terburu-buru menyalahkan anak yang tumbuh menjadi manusia berkarakter buruk. Sebaiknya, bertanyalah kepada diri Anda, apakah …