F_Fiction
Tentang-Tentang
Hujan yang derasnya baru sedikit mereda. Bumi basah. Malam basah. Digigiti dingin, sekaligus dingin itulah yang menyelimuti. Tiga abaj kembar telah terlelap di kamar masing-masing. Lelap oleh mimpi belai rindu sang ibu. Mata terpejam rapat. Tiga wajah yang bening. Ada lukisan tanpa kanvas tanpa kuas tanpa cat, Lukisan di sebentang mimpi terpulasi oleh mimpi dan diwarnai oleh mimpi. Ada mata terpejam yang lain disudut ruangan itu, tapi belum tidur benar-benar dia. Sosok dengan kekerasan dan kelelahan. Terpenjam, tapi belum tidur benar-benar dia. Lamunannya telah menyatu dengan mimpi milik ketiga anak kembarnya. Dan Mama Alin hanya ada di alam itu. Dan koran pun terlepas dari tangan lelaki yang berbaring di sofa disudut ruangan itu. Rana yang sendirian. DIa lelah memang.
Tidak tersedia versi lain