Text
Orang-orang Biasa
Kisah ini berlatar di sebuah kota kecil bernama Belantik, yang jarang terjadi kejahatan. Fokus cerita terletak pada sepuluh sahabat masa kecil yang kini telah dewasa dan menghadapi kerasnya realitas hidup. Mereka semua adalah "orang-orang biasa" yang, meskipun cerdas, gagal meraih impian besar mereka karena berbagai keterbatasan, terutama dalam hal akses pendidikan dan kesempatan.
Salah satu dari mereka, Dinah, memiliki seorang putri bernama Aini yang sangat cerdas dan bercita-cita menjadi dokter ahli. Namun, Aini terancam gagal masuk fakultas kedokteran karena kendala biaya dan sistem seleksi yang tidak adil. Keputusasaan Dinah menggerakkan kesepuluh sahabat ini untuk bertindak di luar nalar. Mereka memutuskan untuk merampok sebuah bank demi mengumpulkan dana agar Aini dapat melanjutkan pendidikannya.
Novel ini menyoroti tema kritik sosial terhadap birokrasi, korupsi, dan ketidaksetaraan dalam sistem pendidikan di Indonesia, di mana orang-orang biasa sering kali tersingkir meskipun memiliki potensi. Melalui narasi yang penuh ironi dan humor khas Andrea Hirata, pembaca diajak merenungkan makna keadilan dan perjuangan untuk mengubah nasib di tengah masyarakat yang sering kali mengabaikan kaum pinggiran.
Para sahabat ini, dengan segala keluguan dan minimnya pengalaman kriminal, menyusun rencana perampokan yang unik dan tidak terduga, yang menguji persahabatan dan moralitas mereka.
Tidak tersedia versi lain