100_Philoshopy
Identitas manusia
Sepanjang sejarah filsafat para filosof mencari jawaban atas pertanya an "Manusia itu siapa?" Pertanyaan tersebut tidak sepenuhnya sama dengan pertanyaan "Manusia itu apa?" Pertanyaan terakhir ini lebih-lebih mau mencari, di manakah "tempat" (atau "wadah") manusia di dalam keseluruhan kenyataan (atau "realitas") - seakan-akan sang filosof mampu menempat kan diri sebagai filosof "di luar" realitas menyeluruh itu, untuk meninjau realitas itu secara "objektif". Sebaliknya, pertanyaan pertama, "Manusia itu siapa?" lebih-lebih mendekati manusia dari sudut pengalaman manusia itu sendiri. Kata ganti tanya "siapa?" itu sudah mengandaikan adanya kesadar an bahwa manusia itu merupakan makhluk yang khas.
Tidak tersedia versi lain