Text
Antropologi Agama: Upaya memahami keragaman kepercayaan, keyakinan, dan agama
Antropologi agama adalah "pengkajian agama berdasarkan pendekatan budaya", atau "mengkaji manusia yang beragama". Sekalipun, kajian antropologis tentang agama, terutama menurut pandangan-pandangan normatif (teologis), memunculkan persoalan, sebab dari satu sisi (teologi - keyakinan agama), agama bukan merupakan produk budaya, tetapi ia datang dan bersumberkan wahyu (Tuhan), sementara dari sisi lain (kajian antropologis, dan kajian-kajian lain sejenisnya) menyatakan bahwa agama bisa berkembang dan dikembangkan oleh manusia yang "berbudaya". Oleh karena itu, bagaimana agama dikaji berdasarkan pendekatan budaya tanpa mempersoalkan 'benar' dan 'salah'-nya beragama. Jadi, bukan kebenaran ideologis atau keyakinan tertentu yang menjadi titik perhatian studi ini, melainkan kenyataan empiris yang nampak berlaku dalam kehidupan manusia.
Tidak tersedia versi lain