Text
Selamat Ribut Rukun: 33 Renungan tentang keluarga
Jika kupu-kupu kita kejar, ia justru menjauh. Namun, jika kita membiarkan diri didekati, ia hinggap. Begitu juga dengan keba hagiaan. Kebahagiaan akan hinggap jika kita membuka diri kita didekati orang lain. Itu pun paradoks keluarga. Jika kita ingin me nguasai seseorang, ia merenggang. Akibatnya timbul ribut dan cekcok, padahal sebetulnya kita sudah cocok dan ingin rukun. Itulah dinamika keluarga, rukun dan ribut, ribut dan rukun.
Tidak tersedia versi lain