Sebagai buku ajar utama, buku ini menjelaskan prinsip prinsip pokok tentang pemahaman diri, masyarakat, da lingkungan sekitar berikut wawasan komprehensif dan terpadu dalam mencari solusi efektif dan aplikatif terhadap masalah yang timbul dari interaksi di antara ketiganya Tema besar dalam buku ini, yaitu:
Banyak rekan yang memiliki kesamaan kepedulian terhadap masalah gender terlibat secara sungguh-sungguh dalam menyum bangkan kritik dan saran penyempurnaan ter hadap buku ini. Selain catatan yang disampai kan secara pribadi dari beberapa rekan, juga resensi di media massa dan berbagai diskusi telah diselenggarakan untuk membedah edisi pertama buku ini.
Buku ini mampu secara ekspresif dan impreasif, melukiskan frakmen dunia yang bisa dilipat itu
Buku ini dibuat untuk mengenang Romo Y.B. Mangunwijaya, Pr.
Buku ini berisi tentang politikus dunia yang sangat menarik, bukan hanya riwayat hidup yang kita baca, tapi juga kiat-kiat kesuksesan mereka meneliti kekuasaan, intrik, dan tragedinya.
Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "persatuan dalam perbedaan" merupakan motto resmi Republik Indonesia. Ungkapan ini mengekspresikan suatu keinginan kuat, tidak hanya kalangan pemimpin politik tetapi juga kalangan berbagai lapisan penduduk, untuk mencapai kesatuan meskipun ada karakter yang heterogen. Pada gilirannya, persamaan ini mempersyaratkan adanya karakteristik budaya yang sama yang men…
Buku ini dimaksudkan sebagai cendera-mata dalam Seminar Nasional Prospek Pengembangan Perekonomian Rakyat Pedesaan Kalimantan, di Palangkaraya, 4-7 Juli 1993. Dalam Seminar tersebut. Yayasan Agro Ekonomika bekerja-sama dengan Bappeda Tingkat I se-Kalimantan berusaha memperjelas pengembangan perekonomian rakyat, sehingga memungkinkan pengembangan langkah-langkah tindak lanjut yang lebih tepat da…
Wawasan yang dulu diwarnai rohani, sesuatu yang bukan materi, kini beralih tajam ke materi. Orientasi kita dulu membuat kulit wajah kita tipis dan mudah peka, mudah risi dan malu. Tetapi, kini, setelah materi dan pangkat yang kita lihat, wajah kita menjadi tebal, seperti tembok.
SUATU penulisan sejarah membutuhkan buku pegangan me- todologi sejarah, bila penulis ingin mempertanggungjawab kan karyanya secara ilmiah. Hingga kini di Indonesia, kita belum memiliki buku pegangan metodologi sejarah yang ditulis asli dalam bahasa Indonesia. Baru sekarang inilah (1992) pakar sejarah kita, Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang sejak tahun 1950-an memelopori studi sejarah Indonesia…