Saat Gracie MacDougal kembali ke Kota Seagull Point, Virginia, untuk mengubah gaya hidupnya yang sangat gila kerja, ia malah menemukan sesuatu yang lebih dari sekedar relaksasi. Kota yang sangat indah ini seakan-akan memanggilnya, begitu juga dengan rumah bergaya Victoria yang menghadap pantai. yang dibayangkannya sebagai penginapan mungil yang sempurna. Tapi, ada satu orang yang menghalangi Gr…
“Ketika itu aku berusia 3 tahun. Ayahku merampasku dari tangan ibuku. Memperlakukanku bak seekor anjing, memenjarakanku di halaman belakang rumah. Aku harus makan dari sisa-sisa makanan yang teronggok di keranjang sampah untuk mempertahankan hidupku.”
William Shakespeare. Born April 1564, at Stratford-upon-Avon. Died April 1616. Married Anne Hathaway: two daughters, one son. Actor, poet, famous playwright. Wrote nearly forty plays. But what was he like as a man? What did he think about when he rode into London for the first time or when he was writing his plays Hamlet and Romeo and Juliet... or when his only son died? We know the facts…
Ortu Chelsea benar-benar nyebelin. Ibunya yang sedang memasuki masa menopause jadi uring-uringan dan terus menerus mengomel tanpa sebab. Sementara ayahnya masih aja sibuk ngurusin lomba masak Superchef-nya yang gak jelas dan selalu memuji Geneva, kakak Chelsea yang tinggal di Afrika. Yang paling parah, mereka berdua gak mengizinkan Chelsea mengadakan pesta ultahnya yang ke-15. Bete gak, sih?!
Siapa yang membunuh Tia Chandra? Itulah pertanyaan yang harus dicarikan solusinya oleh Kapten polisi kokasih dan sahabatnya, gozali. Bekas suaminya yang berada di TKP tepat sekitar saat korban menemui ajalnya, mengatakan garasinya kosong dan dia telah menguncikan pintu yang ditinggalkan Tia chandra dalam keadaan terbuka lebar.
Dua orang perempuan dan tiga laki-laki terlibat dalam suatu drama percintaan segilima yang menggemaskan. Lalu salah seorang dari mereka meninggal terbakar di dalam kamar tidurnya, sementara yang satu melarikan diri dan yang satu lagi meninggalkan gantungan kuncinya di dalam kamar korban.
Enam wanita dengan enam rahasia, rahasia yang ternyata berkaitan dengan ranting-ranting pohon, begitu rumitnya dan eratnya sehingga tidak dapat dilepaskan tanpa ada yang patah. Marla adalah yang pertama, rahasianya lah yang mengawali kisah ini.
Terhempas sekali, Stela berusaha bangkit dari traumanya dan mencoba meraih kebahagiaan untuk kedua kalinya. Namun jalan yang terpampang dihadapannya ternyata jauh dari mulus. Perlukah dia membunuh untukk bisa mewujudkan rasa aman yang didambakannya?
"Batu safir ini tidak bisa tumbuh sendiri dari lantai!" kata Kapten Polisi Kokasih. Semua setuju! Jadi kalau di TKP (Tempat Kejadian Perkara) ditemukan sebutir batu safir padahal satu-satunya manusia yang diketahui terakhir bersama korban sehari-harinya memang mengenakan perhiasan berbatu safir, orang bodoh pun tidak akan sulit menarik konklusinya.
Ketika pertama kalinya Stela memandang bangunan yang menyandang nama Pondok Songka, napasnya sempat terhenti. Ternyata pondok songka ini sama sekali bukan sebuah "pondok" yang ada dalam bayangannya. Bangunan dua tingkat yang bercat putih ini terletak di atas halaman yang indah seluas lebih dari satu hektar! Udara sejuk pegunungan, bunga yang beraneka warna serta tanaman-tanaman yang terawat rao…