Tertullianus menyebut Doa Bapa Kami sebagai "epitome seluruh In jil", sedang Augustinus menyebutnya "sumber segala doa-doa yang lain". Secara kenyataan Doa Bapa Kami banyak dipakai dalam liturgia Gereja, maka tak dapat disangkal bahwa Doa Bapa Kami telah menjadi bagian pen ting dalam kehidupan orang Kristen.
Tertualinus mengatakan bahwa doa Bapa Kami me rupakan ringkasan seluruh Injil. Memang tepat, karena doa tersebut erat berkaitan dengan pokok pewartaan Yesus, yaitu Kerajaan Allah. Dengan sabda dan karya-Nya, Yesus mewartakan Kerajaan Allah, yaitu kemurahan dan belaskasih Allah. Yang diwartakan bukan teori tetapi pengalaman pribadi-Nya dengan Allah, yang Ia sebut Bapa.