Yang mungkin gelap bagi seorang awam menjadi terang lewat lensa penelitian guru besar ini. Selain itu, jangan sampai kita lupa, bahwa bagi leluhur kita bukan filsafat dan theologia merupakan kancah perhatian, melainkan pengetahuan dan pengalaman bagaimana manusia, tegasnya aku, dapat ber hubungan dengan Tuhan. Bukan teori, melainkan dasar-dasar hidupnya penting.
Buku Reorientasi dan Revitalisasi Pandangan Hidup Jawa ini adalah ibarat anak yang lahir secara prematur. Naskahnya memang sudah saya mulai agak lama, tetapi sudah sekitar empat bulan ini saya tinggalkan karena terdesak oleh kesibukan lain. Naskah itu semula saya beri judul Sinkretisme, Tantularisme dan Kejawen, karena fokus pembicaraan memang berkisar pada masalah-masalah itu, yang cukup mewar…