Wawasan yang dulu diwarnai rohani, sesuatu yang bukan materi, kini beralih tajam ke materi. Orientasi kita dulu membuat kulit wajah kita tipis dan mudah peka, mudah risi dan malu. Tetapi, kini, setelah materi dan pangkat yang kita lihat, wajah kita menjadi tebal, seperti tembok.