Tangannya yang kokoh tapi diselimuti kulit halus, menggapai lengan saya dengan sentuhan aneh. "Ini lembaran press release kamu", katanya simpatik, sambil menyerahkan kertas-kertas tak penting itu. Yang membuat saya diam beberapa detik, adalah pandangan tajamnya.Ia juga tidak menjauh.Sehingga saya bisa menangkap seluruh gambaran tubuhnya. Termasuk dua gundukan di dadanya. Astaga. Dia perempua…