Abad ke-16, khususnya dua dasawarsa terakhir, bagaikan anak tiri yang terlantar dalam sejarah Jawa. Dalam pelbagai buku dan tulisan hampir tiada tempat bagi Senapati yang merupakan simbol kebangkitan Mataram. Sebuah kerajaan yang kelak memainkan peranan penting di panggung sejarah. Ditulis oleh H.J. de Graaf, buku ini mengungkapan asal-usul dan proses naiknya Senapati ke singgasana kekuasaan. Y…
Buku ini yang merupakan salah satu karya H.J. de Graaf tentang sejarah Mataram, secara khusus menyoroti masa pemerintahan Sultan Agung (1601-1613). Diungkapkan bahwa, denga politik ekspansi Sultan Agung, Mataram berhasil melebarkan radius kekuasaan dan pengaruhnya. Upaya menghalau VOC, misalnya, meskipun gagal, telah menimbulkan rasa hormat para penguasa pribumi di luar Jawa. Juga ditunjukkan …
Buku ini, yang merupakan bagian ke-2 riwayat Mangkurat I yang memerintah Mataram sejak kematian Sultan Agung, secara khusus menyoroti perkembangan yang terjadi di dalam Istana dan keadaan dalam negeri kerjaan yang menyebabkan Mangkurat I terpaksa meninggalkan Ibu Kota. Kedudukan sang raja, dengan basis kekuasaan yang terus menciut, semakin dipersulit oleh tindakan kekerasan dari luar, pemberont…
Buku ini membicarakan awal masa pemerintahan Mangkurat 1 yang dinobatkan menjadi Sunan Mataram menyusul kematian Sultan Agung. Mewarisi kebesaran Mataram dari pendahulunya, Makurat pun menganggap dirinya sebagai penguasa tertinggi di seantero Nusantara. Dalamnya kenyataannya, kekuasaan politik Mataram justru menciut. Mengapa? dikisahkan antara lain karena sang raja mementingkan politik mercusua…