Pak Sosro dan putra sulungnya, Rukmono, persis minyak dan air. Dia berambisi mencetak Rukmono agar kelak dapat menggantikannya mengendalikan perusahaan, tapi si anak bersi keras menekuni bidang masak - memasak yang dianggap ayahnya sebahai pekerjaan perempuan. Celakanya, Bu Sosro, yang sebetulnya mengasihi sang putra, kelewat daripada suaminya, sehingga rumah tangga berubah menjadi neraka.