Pada saat kita memperingati seratus tahun Affandi hal itu patut kita sadari, yaitu bahwa tanpa perjuangan seorang yang bernama Affandi yang secara otodidak menempuh jalan belantara yang dijalaninya dengan teguh hati serta kawan-kawannya yang seangkatannya maka keadaan cerah dan penuh harapan bagi kehiduapn seni lukis dan senimannya sekarang, tidaklah mungkin tercapai.
Dalam roman ini Ajip Rosidi mencoba mengungkapkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi tahun 1950-an sampai 1965, sekaligus mengungkapkan kehidupan seniman (khusunya pelukis) dan situasi politik di Indonesia pada tahun-tahun itu.
Buku ini membahas tentang sejarah kesastraan di Indonesia Beserta contoh-contoh dan penjelasan mengenai sastra itu sendiri.