Karangan-karangan yang dihimpun dalam buku ini adalah karangan-karangan Jassin yang belum masuk empat jilid buku Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei mengenai sejumlahy pengarang Indonesia. Antara lain dibicarakan karya-karya: Armin Pane, Chairil Anwar, Sitor Simatupang, Ramadhan K.H., Y.B. Mangunwijaya, Selasih, Hamidah, Saadah sebagian di antaranya sudah pernah diterbitkan (dal…
Antologi ini, setidaknya memperlihatkan perjalanan Sastra Nobel selama 10 dasawarsa. Dasawarsa pertama (1901-1910) diwakili oleh Bjornstjerne Bjornson. Dasawarsa ke-2 (1911-1920) diwakili oleh Knut Hamsun. Dasawarsa ke-2 (1921-1930) oleh Anatole France, William Butler Yeats, dan George Bernard Shaw. Dasawarsa ke-4 (1931-1940) oleh John Galsworthy, Ivan Bunin, Luigi Pirandello, dan Pearl S. Buck…
Karangan-karangan yang dihimpun dalam buku iniu adalah karangan-karangan Jassin yang tersebar di pelbagai media antara tahun 1966 dan 1977 ditambah dengan sejumlah ceramah, paper, dan pidato dalam berbagai kesempatan. Tidak ketinggalan pembelaan dan duplik dalam perkara "Langit Makin Mendung" (1966/1970) yang menghebohkan itu dan pidato pada penerimaan gelar Doctor Honoris Causa dari Universita…
Jakob Sumardjo dan Saini K.M. mencoba memilihi karya sastra terdiri dari cerpen, puisi, dan drama yang cocok bagi para pelajar dan menghimpunnya dalam Antologi Apresiasi Kesusatraan ini. Dengan demikian, para guru dan para pelajar tidak perlu lagi bersusah payah mencari karya sastra ke sana dan kemari untuk dibicarakan di kelas; cukup dengan memilki buku ini.
Buku ini menampilkan suatu kisah, yang mengandung sesuatu kemustahilan, sesuatu yang asing bagi pengalaman biasa, sesuatu impian kosong bila dipandang dari kenyataan harian manusia. Tapi kekuatan dari karya sastra ini justru terletak dalam menampilkan impian-impian itu menjadi suatu jalinan kisah insani, yang membuat impian-impian itu tampil sebagai cita-cita yang dirindukan manusia.
Buku ini membahas tentang sejarah kesastraan di Indonesia Beserta contoh-contoh dan penjelasan mengenai sastra itu sendiri.
Buku ini mengandung gugatan yang tajam terhadap ketidak-adilan dan penderitaan yang menimpa penduduk bumiputera di wilayah yang bernama Hindia Belanda waktu itu, berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi pengarang di Lebak, di mana ia bekerja sebagai asisten resisden bulan-bulabn yang pertama tahun 1856.
Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus merupakan sebuah buku kumpulan sajak karya Chairil Anwar yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah "Kerikil Tajam" dan yang kedua adalah "Yang Terempas dan yang Putus". Walaupun kedua kumpulan ini terbit dalam tahun yang sama, yaitu tahun 1949. Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Rakyat (19…
Buku ini merupakan jilid keenam dari seri Kesastraan Melayu tionghoa, khazanah sastra yang sudah lama terpendam dan terlupakan. Isi dari jilid keenam ini antara lain : Korbannya Kong-Ek (1926) oleh Kwee Tek Hoay, Berjuang (1934) oleh Liem Khing Hoo, Bergerak (1935) oleh Tan Boen Soan, Satu Milion (1938) oleh Soe Lie Piet, Masyarakat (1939) oleh Liem Khing Hoo.
Buku ini merupakan jilid kedua dari seri Kesastraan Melayu Tionghoa, khazanah sastra yang sudah lama terpendam dan terlupakan. Selama hampir 100 tahun (1870-1960), kesastraan ini telah menghasilkan tak kurang dari 3.005 karya dan melibatkan 806 penulis, jauh lebih banyak dari jumlah karya dan penulis dalam kesastraan Indonesia modern. Meskipun demikian pengakuan atas kepeloporan kesastraan ini …