Pamusuk Eneste berusaha menjelaskan sejumlah istilah sastra yang sering muncul dalam pelajaran kesusastraan Indonesia dalam Kamus Sastra Untuk Pelajar ini. Dengan demikian, para pelajar akan terbantu memahami istilah-istilah itu. Buku ini makin penting lagi artinya karena tiap pelajaran istilah selalu disertai contoh konkretnya.
Kahlil Gibran nampak sebagai perpaduan yang indah antara Tagore, La Fontaine, Nietzsche, dan Sigmund Freud. (The Evening Transcript, 19 Maret 1927) Keindahan ekspresi dan kedalaman misteri yang terkandung dalam syair maupun parabel Mr. Gibran telah memenuhi standar tulisan kitab suci. (John Heynes Holmes, Menteri Urusan Gereja New York, dalam peluncuran buku Jesus the Son of Man, 1928) Pengaruh…
Buku Catatan dari Balik Penjara ini memotret kisah perjalanan hidup dan pemikiran Pramoedya Ananta Toer, terutama ketika masih di penjara. Semasa hidupnya, Pram bukan hanya melibatkan diri di dalam seni dan sastra, melainkan juga aktif di dalam gerakan politik. Kiprahnya ini ia jalani sejak era kolonial, Orde Lama hingga Orde Baru. Lingkungan keluarga dan dunianya yang lekat dengan pergolakan p…
Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. Namun Minke tak pilih perlawanan bersenjata. Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyaknya bacaan Pribumi. Yang paling terkenal tentu saja Medan Prijaji. Dengan koran ini, Minke berseru-seru kepada rakyat Pribumi tiga hal: meningkatkan boikot, berorganisasi, dan menghap…
Dan dengan suara lantang dia berkata “Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar dan curam. Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau pedang tersembunyi di antara ujung – ujung sayapnya bisa melukaimu.” Kahlil Gibran, lahir di Beshari, Lebanon 1883. Pada usia 10 tahun ia berimigrasi ke Amerika bersama ibu dan kefua adik perempuannya. Semp…