Buku berisi ulasan tentang berbagai aspek kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama satu dasawarsa masa kepresidenannya. Mulai dari soal tak kunjung terwujudnya harapan awal rakyat saat SBY pertama kali terpilih sebagai presiden melalui pemilu presiden langsung pada 2004 hingga berbagai masalah korupsi yang melibatkan para menteri kabinetnya, para politikus di DPR, bahkan para pengu…
Bagaimana persepsi para eksponjen PRRI-Permesta mengenai tanah air pada 1950-an, apa yang mereka lakukan, serta usaha menyusun strategi pembangunan berskala nasional tanpa keterlibatan PKI dalam kegiatan politik nasional, merupakan pokok-pokok penting yang dibahas dalam buku ini. Teknik penelitian yang dipakai adalah sejarah lisan dengan menampilkan sejumlah tokoh pelaku seperti H.N. (Ventje) S…
Dalam biografi ini, Deliar Noer berhasil mendeskripsikan pribadi Hatta secara jelas. Deliar Noer dapat melihat sepak terjang Hatta di bidang politik tidak sekedar partisipasi Hatta di pemerintahan. Lebih jauh lagi Deliar Noer membaca kiprahnya di bidang politik jauh sebelum Hatta terjun di dunia politik. Latar belakang keluarga dan pendidikan yang ditempuhnya telah membentuk pribadi Hatta berha…
Buku ini membicarakan awal masa pemerintahan Mangkurat 1 yang dinobatkan menjadi Sunan Mataram menyusul kematian Sultan Agung. Mewarisi kebesaran Mataram dari pendahulunya, Makurat pun menganggap dirinya sebagai penguasa tertinggi di seantero Nusantara. Dalamnya kenyataannya, kekuasaan politik Mataram justru menciut. Mengapa? dikisahkan antara lain karena sang raja mementingkan politik mercusua…
Buku ini membeberkan peranan tokoh pendidik Ki Hadjar Dewantara dan perkembangan Taman Siswanya. Penulis menggali nilai-nilai perjuangan serta karya Ki Hadjar Dewantara bernama kawan-kawannya. Selain itu ia merefleksikan niali-nilai pendidikan sejarah masa lampau, sekaligus menimbang relevansinya untuk masa kini dan akan datang.
MEMOAR, secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai catatan mengenal pengalaman hidup seseorang. Dengan demikian, jika dijabarkan lebih lanjut, memoar adalah kenangan masa lalu - jadi serupa autibiografi - yang menekankan kesan dang tanggapan sang tokoh atas peristiea yang ia alami atau atas tokoh-tokoh lain yang erat berhubungan dengannya
Bidang penelitiannya luas, meliputi fisika, metafisika, psikologi, etika, politik, biologi, seni, dan filsafat. "Argumen abstrak," menurut Aristoteles, "harus diabdikan pada bukti Faktual." Karena itu, proposisinya disusun berdasarkan data emperis, sungguhpun beberapa di antaranya ternyata tidak valid.
Monstesquieu mungkin merupakan pemikir paling otentik pada masa Pencerahan. Ia meyakini sikap toleransi dan kebaikan moral ilmu pengetahuan, di samping mencoba menyusun suatu sistem ilmu politik yang berdasarkan pada studi sejarah dan perbandingan sistem pemerintahan.
Nama Machiaveli tidak terelakkan sering dikaitkan dengan ajaran "tujuan menghalalkan cara" - the end justifies the means. Betapa tidak. Niccolo Machiaveli mengajarkan bahwa para pemimpin harus siap berbuat jahat seandainya hal ini menghasilkan kebaikan, dan semenjak itu namanya menjadi pemeo untuk kecurangan dan imoralitas.