"Waktu kenal aku punya teman bermain yang asyik. Kami sama-sama suka ngiler, sering ngompol, berteriak-teriak, berguling-guling di lantai, dan berbicara dengan bahasa yang bahkan orangtua kami sendiri tidak mengerti artinya. Tapi, begitu bertambah besar, teman bermainku mulai berbeda denganku. Kulitnya jadi kasar dan pecah-pecah. Dia juga sulit mengucapkan kata-kata gampang. Belum lagi bentu…