Roman ini menceritakan tentang kehidupan suami-istri, Sudarmodan Sulastri. Kedua-duanya adalah Guru pada sekolah partikelir nasional, merupakan "proletar-proletar intelektual", yang kegiatannya tidak kurang intelek dari kaum intelek Belanda. Akan tetapi oleh karena keadaan dan politik kolonial, terpaksa harus merayap dibawah-bawah , hidup serba melarat, dan selalu diawasi. Mereka lebih suka bekā¦