Ketika dunia hiruk-pikuk dengan email, blog, facebook, twitter , YM, dan SMS, jangankan terlibat, Wa Dambe, seorang gadis Bajo Wakatobi, bahkan tidak bisa menulis namanya sendiri. Bagas merasa tergugah untuk membebaskan perempuan malang itu dari pasungan bura aksara. Di sela kesibukan penelitian skripsinya, ia mengajari Wa Dambe membaca dan menulis. Momen-momen kegigihan Wa Dambe untuk membebas…