Sama seperti tafsiran Surat Filipi, demikian pula tafsiran surat Efesus ini lahir dalam praktik: dalam pembahasan Alkitab bersama sama dengan anggota-anggota jemaat. Bedanya ialah bahwa hal itu bukan hanya terjadi dalam jemaat Paulus (G.P.I.B.) saja, tetapi juga dalam jemaat-jemaat lain di Jakarta. Ditinjau dari sudut exegese, surat ini lebih sukar daripada surat Filipi.