Ibadah adalah bakti yang kita lakukan untuk Allah. Akan tetapi menurut Kristus ibadah adalah juga "segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina”.
Sepanjang jalan kita berjuang. Berjuang untuk sesuap nasí, untuk me ngembangkan diri, untuk menjalani terapi, untuk sehat serasi, untuk hak asasi, untuk mengikut Kristus Sang Rabi sekaligus Sang Abdi, untuk tetap utuh sebagai suami-istri dan juga sebagai warga republik ini.
Doa adalah memejamkan mata, tetapi buku ini menggugah: doa adalah juga membuka mata terhadap kenyataan hidup. Kita berdoa dalam nama Yesus Kristus, lalu buku ini menantang: tahukah Anda apa konsekuensinya? Kita menyanyikan lagu yang berupa doa, dan buku ini menerangkan kisah lagu-lagu itu.
Spiritualitas adalah kehalusan perasaan tentang Allah yang ber buah kualitas hidup sebagaimana tampak dalam diri Kristus. Kualitas itu terwujud dalam hubungan yang agung dengan Khalik, hubungan yang luhur dengan sesama dan hubungan yang mulia dengan diri sendiri. Ke arah itulah kita semua ingin berkembang. Buku ini menolong kita untuk mengerti bagaimana menjalani perkembangan itu.
Sikap cermat dan tepat itulah yang agaknya dimaksud ketika Kristus menyuruh pengikut-Nya bersaksi, "Aku mengutus kalian seperti domba yang tidak berdaya ke tengah-tengah serigala ganas. Kalian harus waspada seperti ular dan tulus hati seperti burung merpati" (Mat. 10:16, BIMK).
Perbedaan bukan untuk dibesar-besarkan dan bukan pula untuk ditutup-tutupi, melainkan untuk dipahami dan dipadukan. Buku Seri Selamat ke-25 ini membantu kita belajar hidup sepadu sepadan mes kipun berbeda karakter, gender, orientasi seksual, etnik, denominasi gereja, dan agama.
Orang bilang kita tidak jadi letih kalau melayani. Akan tetapi, di buku ini justru tertulis, "Melayani itu meletihkan ... terutama meletihkan mental dan jiwa." Buku ini memang tidak bermuluk muluk, melainkan mengajak kita jujur mengakui suka duka pela yanan. Dengan banyak ilustrasi ringan, buku ini menolong kita memahami berbagai fondasi dan motivasi yang merupakan inti penerapan iman yaitu, "K…
"Apa sudah ada Seri Selamat yang baru?" Itulah pertanyaan yang diteruskan oleh banyak toko buku dan kolportase gereja. Para penggemar Seri Selamat sudah menunggu buku berikutnya. Belum lagi buku ini dicetak, delapan ribu eksemplar sudah dipesan oleh pelbagai gereja dan badan Kristen. Renungan buah pena Andar telah menjadi berkat dan menyentuh hati banyak
Iman kristiani timbul sebagai buah perenungan sejumlah orang yang tiap hari selama tiga tahun berjalan bersama Yesus dari desa ke desa, mengalami sendiri gaya hidup-Nya, melihat perbuatan Nya dan menyimak ajaran-Nya. Ternyata gaya hidup, perbuatan dan ajaran-Nya itu penuh kedalaman yang terselubung.
Hidup adalah mewaris: mewarisi dan mewariskan. Kita mewarisi banyak hal dari generasi masa lampau dan mewariskan banyak pula kepada generasi mendatang. Karena itu, hidup diukur dengan tantangan: Apa yang telah kita warisi dan apa yang akan kita wariskan?